Archive for Maret, 2010


Kenapa Takut Blog Anda Dispam?

Kenapa harus takut blog anda dispam
Kalau blog anda nofollow?

PASTINYA tidak ada blogger yang mau terkena spam. Tapi, apabila blog anda nofollow, kenapa harus takut? Pada kolom komentar biasanya tertulis “Dilarang nyepam” (disini saya tidak menunjuk siapa-siapa). Nah, untuk blog yang nofollow, sebenarnya anda tidak perlu takut blog anda dispam. Toh, mesin pencari tidak akan mengganggap itu sebagai backlink (CMIIW ye…). Malah saya lebih seneng dispam (soalnya blog saya yang ini jarang dikomen…)

Lain cerita bila blog anda dofollow. Anda boleh takut dispam dan menuliskan pesan “Dilarang nyepam” karena semua link komentar akan dihitung oleh mesin pencari.

Intinya, saya tidak menunjuk siapapun. Saya hanya berpesan, apabila blog anda nofollow, anda tak perlu risau terhadap spam. Sekali lagi, saya tidak menunjuk siapapun, dan saya minta maaf bila terdapat kesalahan dalam kata-kata saya dan menyinggung anda. Have a nice day, everybody…

Sombong

Sombong itu relatif
Tergantung orang yang menilainya

Sebelum kita membicarakan tentang sombong, sebaiknya kita cek dulu makna dari kata sombong. Saya ambil dari KBBI Daring:

somĀ·bong a menghargai diri secara berlebihan; congkak; pongah: tabiatnya agak aneh, sebentar — sebentar rendah hati; berkata dng –;

Saya yakin, anda pasti membenci orang sombong yang selalu membangga-banggakan dirinya. Tetapi, kita tidak boleh menilai orang secara serampangan. Misalnya, banyak orang menilai orang sombong karena mempunyai sifat pemarah, tetapi padahal belum tentu orang pemarah itu sombong. Karena sabarnya manusia ada batasnya.

Anda tidak perlu membenci orang sombong, dan anda juga tidak perlu mengingatkan orang sombong, karena biasanya apabila diingatkan dia akan marah. Teruslah bersikap baik dengannya. Dan jangan menilai orang secara sembarangan. Karena manusia itu tidak ada yang sempurna.

Intinya, jangan menilai orang lain secara sembarangan. Dan apabila anda dibilang sombong, tidak perlu marah. Karena, sombong itu relatif, tergantung orang yang menilainya.