Kalau ditanya begini “lebih suka dingin atau panas?” pasti jawabannya beragam. Ada yang suka panas, ada yang lebih suka dingin. Apapun pendapatnya, minumnya teh… eh, apapun pendapatnya, terserah. Saya, sebagai warga negara tropis yang dilalui garis khatulistiwa, tentu lebih suka hawa dingin daripada udara panas.

Tetapi, jujur, saya tidak suka terhadap bau AC. Entah itu AC ruangan, apalagi AC mobil. Bukan bermaksud melecehkan, tetapi, jujur, saya sering mual dan kedinginan jika berada di ruangan AC (apalagi kalau belum makan). Lagipula, AC menyumbang emisi CFC (chlorofluorocarbon) di bumi ini sehingga akin lama lapisan ozon makin tipis saja. Walaupun ada katanya AC yang ramah lingkungan (tidak mengeluarkan CFC), tetapi tetap saja membuat saya mual…

Saya lebih suka dengan angin alami, atau angin yang berasal dari benda non-AC. Seperti kipas angin, meskipun mengeluarkan biaya listrik tetapi tidak mengeluarkan CFC, bahkan lebih hemat biaya listrik daripada memasang AC.

Tetapi, saya memaklumi dipasangnya AC di tempat tertentu. Warnet misalnya, menggunakan AC supaya komputernya tidak kepanasan karena digunakan dalam waktu lama (bahkan ada yang nyampe 24 jam). Kalau sudah begitu, saya sih pasrah saja…

Jadi, intinya, saya tidak melarang anda memakai AC, tetapi, saya sarankan untuk memakainya HANYA JIKA DIPERLUKAN. Jika tidak diperlukan, ya matikan. Gitu aja kok repot?