Seperti pada teks sebelumnya, saya mengatakan bahwa tag bold dapat digunakan sebagai bumbu penyedap untuk menekankan kata. Nah, sekarang hal itu akan kita pelajari lebih lanjut!

Kadang-kadang, suatu kalimat perlu diberikan penekanan supaya tidak terjadi miskonsepsi/salah kaprah. Seperti pada kasus haramnya penggunaan Facebook secara berlebihan tahun 2009 dulu, seharusnya yang diberikan penekanan yaitu adalah kata “Berlebihan” bukan “Facebook” nya.

Coba perhatikan 5 kalimat dibawah ini.

Saya memecahkan 4 buah telur kemarin.
Saya memecahkan 4 buah telur kemarin.
Saya memecahkan 4 buah telur kemarin.
Saya memecahkan 4 buah telur kemarin.
Saya memecahkan 4 buah telur kemarin.

Sekilas kalimat tersebut sama saja, tetapi jika diberi penekanan akan berbeda hasilnya.

Saya memecahkan 4 buah telur kemarin.

Artinya yang memecahkan telur adalah si “Saya” bukan “Kamu”, “Dia”, atau lainnya.

Saya memecahkan 4 buah telur kemarin.

Artinya Saya “memecahkan” telur tersebut. Bukan “menemukan” atau “membeli”

Saya memecahkan 4 buah telur kemarin.

Artinya jumlah telur yang dipecahkan 4 buah, bukan 5, 6, dll.

Saya memecahkan 4 buah telur kemarin.

Artinya yang dipecahkan itu adalah “Telur” bukan “kaca” atau yang lainnya.

Saya memecahkan 4 buah telur kemarin.

Artinya Saya memecahkan keempat telur itu “kemarin”, bukan “minggu lalu”, “2 bulan lalu” atau “tadi pagi”.

Coba jelaskan perbedaan kelima kalimat ini jika dibaca dengan penekanan!

Saya membawa botol ke kantor minggu lalu.
Saya membawa botol ke kantor minggu lalu.
Saya membawa botol ke kantor minggu lalu.
Saya membawa botol ke kantor minggu lalu.
Saya membawa botol ke kantor minggu lalu.