BloggingAnda tahu garnish? Dalam dunia ketatabogaan garnish itu adalah hiasan pada makanan, yang terbuat dari makanan yang dihias sedemikian rupa sehingga dapat mempercantik penampilan makanan. Lalu apa hubungannya garnish ddengan tulisan?

Kalau diatas adalah garnish pada makanan, maka garnish pada tulisan ialah kata-kata yang diperindah, diukir sedemikian rupa, sehingga mempercantik tulisan tanpa kehilangan maknanya.

Bagaimana cara membuat garnish pada tulisan? Tentu anda tidak perlu pisau dapur, gunting dapur, melon baller, pisau ukir, hingga panci segala. Yang anda perlukan hanyalah kreatifitas. Kreatifitas ini bisa berapa saja takarannya, seterah, asalkan dapat membuat anda puas setelah menyalurkan kreativitas anda.

Jadi bahan-bahannya:

1. 1 buah Komputer (atau kalau tidak ada ke warnet)
2. 1 buah Koneksi internet
3. 1 buah Blog pribadi
4. beberapa Kreativitas

Mari kita mulai.

Anda bisa menghias kata-kata dengan majas, persamaan kata atau metafora. Yang paling gampang adalah persamaan kata. Anda tentu tahu dengan persamaan kata a.k.a sinonim. Misalkan anda membuat postingan berjudul “Cara membuat readmore”. Coba cari persamaan kata dari “cara”. Misalnya: trik, kiat, rumus, langkah-langkah dll. Lalu cari persamaan kata “membuat”, misalnya: mencipta, memunculkan, menampilkan, meracik.

Untuk kata “readmore” anda bisa mendayagunakan majas/metafora. Anda tahu sifat-sifat ari readmore, yaitu potongan post di halaman utama yang kelanjutannya ada didalam postingan. Jadi bayangkan saja “readmore” tersebut menjadi “potongan halaman”, “sambungan halaman”, dll.

Jadi anda bisa meracik judul “cara membuat readmore” menjadi “rumus menampilkan potongan halaman”, “trik mencipta sambungan halaman”, atau kalau mau yang lebih ekstrim dan menggelikan “kiat memutilasi postingan”. Tentu itu semua bergantung kepada kreativitas anda.

Itu dia kiat-kiat membuat garnish pada postingan supaya membuatnya lezat dibaca, tak ubahnya garnish pada makanan.