blogKalau kemarin judulnya don’t judge the post by it’s title, maka sekarang lain lagi, tetapi intinya sama, tetap saja kita tidak boleh melihat sesuatu hanya dari luarannya saja.

Saya memang tidak terlalu suka mengganti template, bukan apa-apa, bukan karena hanya masalah SEA-SEO-an, karena template ini berkaitan dengan pencitraan (branding) blog.

Coba lihat situs besar seperti google atau yahoo, apakah mereka sering berganti tampilan? Branding itu penting, untuk membuat pengunjung mengenali blog anda ketika melihat headernya saja.

Di blog saya yang blogspot (Gudang Ilmu) menggunakan template default blogspot. Ada teman saya yang menyarankan supaya template blog saya diganti. “Supaya terlihat lebih profesional” gituh maksudnya. Tapi karena sudah pee wee gaskin (pewe maksudnya) ya jadinya saya tetap keukeuh mempertahankan template saya ini.

Lagipula apakah profesionalisme dinilai dari templatenya?

Blognya orang terkenal banyak kok yang pakai template default. Blognya Dewi Lestari misalnya memakai template default blogspot, kok. Lalu template linux haters, nguping jakarta, dll.

Saya tekankan sekali lagi, bahwa profesionalisme itu bukan dinilai dari template, jumlah kunjungan, ranking alexa, pagerank, dll. Tetapi dari kualitas tulisan yang ditulisnya. Titik!