twitterSekarang sedang gencar dicanangkan program RT (retweet) bukan Reply To. Intinya menyadarkan para tweeps (pengguna Twitter) untuk meninggalkan cara RT untuk mereply, karena sejatinya ada link untuk reply pada twitter. Bahkan sampai-sampai dibuat juga akun twitternya. Tetapi entah kenapa gaya hidup RT sebagai reply masih ada saja dan menjamur dikalangan pengguna Twitter, khususnya yang newbie.

Sebenarnya menggunakan RT sebagai reply itu tidak ada untungnya. Misalnya menghabiskan tempat (karena di twitter jumlah karakter tidak boleh lebih dari 140). Dan menuh-menuhin timeline. Tetapi ada satu kekurangan memakai reply sejati, dan mungkin hanya sementara. Yaitu jarang dibalas lagi oleh orang lain.

Maksudnya kita mengirimkan reply dianggap angin lalu oleh yang direply (padahal dibawahnya tertulis jelas “reply to @username”). Mungkin ini hanya kebiasaan pengguna untuk menggunakan RT dibandingkan reply. Saya jujur tidak pernah menggunakan RT sebagai Reply (atau pernah kali, saya lupa tapi itupun paling cuman sekali duakali, nggak sering)… Tapi memang kalau urusannya penting tapi nggak digubris kayaknya hati udah mulai cenat-cenit-cenut-cenet-cenot aja…:mrgreen:

Sebenarnya saya juga bingung yah, padahal di twitter ada tulisan Reply kok malah pakai ReTweet yah? Fungsi yang seharusnya hanya untuk mentweet ulang tweet orang jadi disalahgunakan seperti ini…

Dunia udah kebalik…:mrgreen: