Derby of ManchesterDerby Manchester kali ini digadang-gadang lebih seru dari El Clasico, lebih banyak penonton, dan lebih mahal…
Itu semua jelas: pendukung kota Manchester pasti pada galau menunggu selasa dini hari. Di Inggris sana tidak perlu tidur dulu. Di Indonesia, karena dilakukan pada dini hari, ada yang tidur dahulu, ada juga yang tidak…:mrgreen:

*kembali ke pembahasan*

Siapa bilang MU sudah habis? Setelah kekalahan menyakitkan 1-6 di kandang, jelas mereka bangkit bahkan balik memimpin sampai sempat berjarak 8 poin, setelah akhirnya menjadi 3 poin saja, tetapi justru itu yang membuat seru derby kali ini (kalau masih 8 poin juga orang ogah-ogahan menontonnya, ya… seperti El Clasico sajalah…)

Tetapi banyak yang menjagokan Man City, itu jelas: dilihat dari kualitas skuad, rekor di kandang (sejauh ini di Premier League Man City hanya kehilangan 2 poin di Etihad akibat hasil seri vs Sunderland) dan konsistensi dalam 3 laga terakhir (3 Laga terakhir MC: Menang-Menang-Menang, 3 Laga Terakhir MU: Kalah-Menang-Seri). Tetapi Mu juga layak diapresiasi: dengan skuad rawan cedera dan hanya membeli 3 pemain (selain pengembalian Paul Scholes dari masa pensiun), MU masih bisa berada di papan atas. Bandingkan dengan klub lainnya yang tidak kuat menahan kedigdayaan Manchester. Lagipula MU adalah tim yang pertama menang atas Man City di Etihad musim ini.

Meskipun sepertinya Premier League mengerucut pada balapan dua kuda dari Manchester, tapi jangan pernah lupakan klub lainnya.

Arsenal, misalnya, setelah kekalahan 2-8 sebelum lebaran kontra MU, bangkit dan menguasai posisi 3. Tetangganya, Tottenham, justru harus berebut jatah Play-off dengan Newcastle, dan Chelsea, setelah transisi pelatih seolah menemukan kejayaannya kembali, bahkan berhasil menggusur Barcelona sekaligus mengubur final impian. Dua klub dari Merseyside ada di bawahnya, tetapi yang membuat saya terkejut adalah Everton berada diatas Liverpool, dimana Liverpool yang setelah menjuarai Piala Carling mengalami penurunan performa. Sementara klub di papan tengah seperti Swansea, Fulham, Stoke, Sunderland, Norwich, dan West Brom sepertinya akan aman di papan tengah.
Yang paling seru biasanya adalah persoalan menghindari degradasi, dimana 6 klub terlibat. Aston Villa (klub ini seharusnya ikut Europa League, tetapi ikut terjerumus ke pusaran degradasi, mungkin, gara-gara kepindahan Ashley Young dan Stewart Downing) dengan poin sama dengan Wigan (akhir-akhir ini klub ini mengejutkan: mengalahkan MU di DW, mengalahkan Liverpool dan Asenal di kandang mereka, dan memukul telak Newcastle 4-0) di posisi 15 dan 16, sepertinya akan aman, tetapi klub dibawahnya, QPR, Blackburn dan Bolton bisa jadi mendobrak. Namun satu hal yang sudah pasti: Wolverhampton pasti degradasi (poin 24 dari 36 laga, jauh dibawah titik aman QPR 34 poin)

Meskipun menang, kedua kubu jangan lantas senang… masih banyak laga sulit menanti.

Kita analisis sisa laga kedua klub:

Pekan 37
MU vs Swansea: Dengan Swansea tidak punya ambisi apa-apa (kecuali mempertahankan status fair-play tertinggi) mungkin tiga poin dapat diraih, tetapi tidak menutup kemungkinan juga kejutan lainnya.
Newcastle vs Man City: Menghadapi Newcastle di kandangnya sekarang cukup sulit: Tetangga Man City bahkan kalah 0-3 disana, dan Liverpool kalah 0-2 disana. Jadi Man City harus waspada.

Pekan 38
Sunderland vs MU: Dengan kebangkitan Sunderland, bisa jadi akan sulit untuk mendapat tiga poin, tetapi Sunderland, sama seperti Swansea, tidak punya ambisi apa-apa lagi.
Man City vs QPR: Meskipun QPR dipukul telak 1-6 oleh Chelsea, peluang kejutan selalu ada. Ingat: menghadapi tim yang menghindari degradasi kadang lebih sulit daripada menghadapi tim papan atas.

Akhir kata…

Silakan para fans MU dan Man City berdebat dan mendukung klub masing-masing, namun apapun hasil yang didapat, tidak melunturkan kecintaan kepada klub masing-masing dan tentunya persatuan Tanah Air. Selamat menonton…😀