Ada perjumpaan, ada perpisahan. Selama sebulan kurang kita disuguhi sajian sepakbola berkelas dari Eropa, sekarang kembali ke kehidupan normal…

Para pekerja kantoran akan bangun dan tidur seperti sediakala. Kafe-kafe dan mal-mal senyap di malam hari. Para penggalau akan menggalau kembali. Pedagang akan kehilangan kesempatan meraih omset sebanyak-banyaknya. Dan lagu “Endless Summer” akan jarang lagi didengar di TV maupun di Radio.

Akhirnya Spanyol menjadi juara Eropa dengan mengalahkan Italia dengan skor telak 4-0 (mungkin untuk Irlandia skor itu terasa pantas, tapi Italia?). Dibalik itu semua, ada berbagai kenangan yang tak terlupakan seputar Euro. Mungkin ada yang menemukan cinta di tempat nobar? Atau banyak pelanggan datang ke toko anda untuk membeli jersey? Atau berjuta kenangan yang lainnya? Mari share disini. Namun, ada beberapa kejadian yang terjadi di Euro 2012, mulai dari fase grup hingga final…

Hujan Gol!!! Hanya ada 2 pertandingan yang berakhir dengan 0-0 di waktu normal, yaitu Inggris v Itali dan Spanyol v Portugal.
Menegangkan! Pada akhir matchday 2 hanya ada dua tim yang dipastikan tidak lolos (Swedia dan Irlandia). Dan belum ada yang dipastikan lolos hingga matchday terakhir…
Top skorer bersama. Meski Torres yang meraih golden boot tahun ini, sejatinya ada 6 pemain yang menjadi top skorer dengan jumlah 3 gol, yaitu Torres (Spanyol), Balotelli (Italia), Mario Gomez (Jerman), C. Ronaldo (Portugal), Mandzukic (Krosasia), dan Dzagoev (Rusia).
Dari yang memenangkan matchday pertama, hanya Jerman yang lolos fase grup (Menang 1-0 v Portugal). Tim lainnya tidak lolos: Rusia (pada matchday pertama menang 4-1 v Ceko) <– jelas paling mengejutkan, Denmark (1-0 v Belanda), Kroasia (3-1 v Irlandia), dan Ukraina (2-1 v Swedia).
Ada dua tim nirpoin, yaitu Belanda dan Irlandia. Untuk Irlandia mungkin terasa wajar karena tim ini digadang-gadang hanya akan menjadi penggembira. Tetapi Belanda? Jelas berada di grup neraka bukan suatu alasan, apalagi mereka tergolong kandidat juara. Tetapi Belanda kalah dari Denmark yang bahkan tidak dijagokan sama sekali.

Final yang mengejutkan…

Gol Indah! Gol Welbeck dan Walcott (Inggris, v Swedia) jelas masuk nominasi, begitupun dengan duo salto Balotelli (Italia, v Irlandia) dan Ibrahimovic (Swedia, v Prancis) dan juga tendangan penyelamat Silestre Varela (Portugal, v Denmark). Tetapi duo gol penalti Panenka yang mengejutkan: Setelah Pirlo (Itali, v Inggris), Sergio Ramos (Spanyol) seolah-olah terinspirasi untuk mencipta gol serupa versus Portugal.
Strategi tidak lazim, terutama yang diperagakan Spanyol dengan menggunakan mode “false 9” atau no. 9 (striker) palsu. Tetapi itu yang membuat Spanyol juara. Dan berbagai strategi lainnya: Italia menggunakan formasi 3-5-2 dengan 2 wing back, ataupun Jerman dengan rotasi pemain yang successfull melawan Yunani tapi gagal melawan Italia.
Rising star dan bintang yang terpuruk. Di rising star ada Mandzukic dan Modric (Kroasia) yang meski tidak membawa klubnya lolos menjadi incaran klub Eropa. Sementara Jordi Alba resmi bergabung ke Barcelona setelah tampil impresif di Euro. Ada yang bersinar, ada yang terpuruk. Van Persie (Belanda) misalnya. Setelah menjadi top skorer Premier League, dia tidak mampu membawa negaranya lolos.
Soundtrack anti galau: Oceana – Endless Summer. Sering diputar dimana-mana jelas membuat kita hafal dengan lagunya. Di radio, di TV, di angkot, di mall, pokoknya dimana-mana deh… dan lagunya juga ceria. Pas buat kamu-kamu yang lagi galau.
Pernak-pernik lainnya… seperti maskot Slavek dan Slavko yang laris dipasaran, jersey tim mulai dari unggulan hingga sekelas Denmark dan Kroasia tersedia, dan ada nobar dimana-mana: mulai dari di mall, di kafe, di restoran, di lapangan, di gedung, di jalan-jalan, hingga di kampung halaman dan di warung kopi. Jelas Euro 2012 adalah hiburan rakyat murah meriah anti galau buat rakyat Indonesia yang sedang merasakan karut-marut kehidupan, politik, dan dualisme PSSI.
Dan akhirnya, Final yang mengejutkan. Tak ada yang menduga ceritanya akan seperti ini. Happy ending bagi Spanyol dan sad ending bagi Italia. Spanyol mengalahkan Italia 4-0 dengan gol dari David Silva (min. 14), Jordi Alba (’41), Fernando Torres (’84) dan Juan Mata (’88). Padahal Italia sukses mengalahkan Jerman sebagai salah satu favorit juara Eropa dan favorit mengalahkan Spanyol. Jika Jerman yang mengalahkan italia, mungkin ceritanya akan berbeda.

Dan, Euro 2012 resmi berakhir. Sorak sorai, suasana, dan esensinya sudah resmi berakhir. tetapi kenangan darinya takkan hilang diingatan.

Euro, maafkanlah… kita harus putus… setidaknya hingga Euro 2016 di Prancis.