emoticon saya, plurk
Mungkin fitur ini sudah lama ada, yaitu Emotikon Saya, tempat untuk meletakkan emotikon pribadi yang tidak disediakan di Plurk. Dan, jujur saja, saya merasa fasilitas ini telah merusak esensi nge-Plurk saya.

Mengapa?

Saya dulu butuh waktu 2 tahun lebih untuk memperoleh karma 100. (Baca: Perjalanan Menuju Karma 100), yang berarti mendapatkan emotikon spesial Karma 100. Oke, ada yang bilang bisa dengan copas, tetapi rasanya tentu lebih baik yang kita usahakan sendiri. Ya kan? Ibaratnya, dengan mengambil istilah Tukul Arwana: Karma 100 itu Kristalisasi Keringat. Dan sekarang bisa dengan mudahnya menambahkan emotikon (termasuk emotikon Karma 100) dengan menambahkan simbol tertentu.

Tetapi, memang, saya akhir-akhir ini jarang nge-plurk. Dan untuk masalah karma, karena sekarang sudah jamannya Karma 100 keatas, maka tinggal tunggu karma diatas 100.50 dan di freeze (akibat di freeze adalah karma berkurang 0.50). Dan Voila! Karma aman sampai sekarang walau ngeplurk jarang-jarang:mrgreen: Kembali ke topik, saya merasa kalau memang saya sudah tidak mengejar apa-apa lagi setelah karma 100. Jadi saya agak jarang-jarang ngeplurk. Tetapi saya kadang terkadang ingat sebuah zaman dimana saya ngeplurk rutin tiap malam sebelum tidur, dan setiap ngeplurk pasti ada yang komentar. Saat itu (sekitar Juni 2010, pada zamannya World Cup) Plurkosphere (istilah untuk dunia Plurk) memang sedang ramai-ramainya. Tetapi sekarang, para artis Plurk pada masa itu perlahan mulai menghilang, dan hanya menyisakan beberapa orang. Itu pun juga tidak rutin.

Itulah dinamika kehidupan, kadang diatas kadang dibawah. Intinya, saya rindu Plurk yang dulu. sebagaimana saya merindukan saya yang dahulu.