Setelah mengamati perkembangan di Twitter akhir-akhir ini, saya mendapati suatu fenomena unik, yaitu hashtag #ReplaceSongTitleWith… lanjutan kalimat itu bisa apa saja. Yang pertama saya tahu sih ada #ReplaceSongTitleWithEyangSubur. Lalu adalagi #ReplaceSongTitleWithFatin (merujuk nama Fatin Shidqia Lubis), lalu juga #ReplaceSongTitleWithUN, #ReplaceSongTitleWithTomcat, #ReplaceSongTitleWithJamban, dan yang terbaru #ReplaceSongTitleWithLJK.

Hashtag seperti itu memang seru. Anda bisa beradu kreativitas (atau mungkin lebih tepatnya disebut otak dagelan) anda dengan ribuan tweeps lainnya. Dan jika anda telusuri hashtag-hashtag tsb, maka akan dijumpai beberapa diantaranya yang cukup mengelitik.

Tetapi apakah anda pernah berfikir kalau yang punya lagu tidak marah? Ya enggaklah bro, kan cuman plesetan, cuman becandaan, lagian kita siapa? Kita kan cuma setitik diantara milyaran manusia dan kubisa dengan radarku… eh kenapa jadi nyanyi Perahu Kertas?:mrgreen:

Nah itu dia masalahnya, hukum di negeri kita ini seperti pisau.

Lagian juga kita kan nggak ngehina, nggak ngejelek-jelekin. Hayo, lagipula banyak kok yang ngelakuin…

Ya itu sih terserah kalian. Selama tidak menimbulkan masalah sih fine-fine aja…😀 Tapi kalau jadi pencipta lagunya saya si pasti ga terima

Yaudah kalau ga bisa terima gausah bikin lagu…

Eh iya juga ya…:mrgreen: