Postingan ini adalah penghormatan untuk gelar juara ke-20 Man United
jersey mu
Kalau anda penggemar MU anda pasti tahu jersey diatas. Yap, jersey musim ini. Yang orang-orang bilang seperti kain sarung atau taplak meja. Tetapi ada alasan mengapa jersey MU dibuat seperti taplak meja seperti ini.

Ada sebuah joke yang memang lebih lucu kalau disampaikaan dalam bahasa Inggris.

A (Memakai jersey MU yang seperti diatas): Hey!
B: Hey! What a tablecloth!
A: Oh yeah? And where does the tablecloth?
B: Where?
A: On the top of the table!

*tablecloth: taplak meja
Inti jokesnya seperti ini. Dimanakah seharusnya taplak meja berada? Diatas meja (on the top of the table). Tetapi kalimat “on the top of the table” ini juga dapat berarti di puncak tabel. Tabel yang dimaksud jelas tabel klasemen Premier League.

MU musim lalu bukanlah yang sekarang
Semua penggemar MU (kecuali glory hunter yee :mrgreen:) pasti mengerti bagaimana sakitnya kehilangan gelar pada menit-menit akhir jelang usai. Dan… setelah itu MU mulai berbenah, dimulai dengan merekrut Kagawa, dan ini yang paling penting, Van Persie.

Harus diakui peran Van Persie sangat esensial dalam meraih gelar musim ini, termasuk mencetak hattrick saat menggilas Aston Villa 3-0. Dengan poin yang tidak mungkin terkejar oleh tetangga sebelah, maka MU dipastikan juara pada pekan ke-34.

Oke, anda boleh bilang gelar juara MU musim ini hanya beruntung, hadiah wasit, atau hadiah Gareth Bale. Tetapi itu ssemua tidak terlepas dari kerja keras…

Kerja Keras
Jelas sebagai liga terketat di Eropa setiap peserti harus siap. Tidak seperti di liga Spanyol dimana Barca dan Madrid hampir dipastikan memenangi pertandingan melawan tim spanyol lainnya, bahkan bisa dibilang hanya kesialan jika mereka tidak bisa menang. Di Liga Inggris persaingannya ketat. Perebutan tiket Eropa sangat seru. Bahkan, Wigan, tim yang terdegradasi, mampu mengalahkan juara bertahan Man City dan memenangkan piala FA. Jelas perlu kerja keras untuk memenangkan itu semua. Tidak hanya modal besar. Buktinya, tim yang bermodal besar, QPR, secara ironis harus terdegradasi. Padahal, dengan skuad yang statistiknya lumayan seharusnya QPR mampu merebut tiket ke eropa. Jelas selain modal dibutuhkan upaya keras.

… dan musim ini banyak pesepakbola yang pensiun
Dan yang paling mengejutkan adalah berita pensiunnya Sir Alex yang sudah bersama MU selama 27 tahun dan memenangkan 38 gelar. Jelas setelah ini adalah era baru dan adaptasi, tidak hanya MU, tetapi di liga Inggris, dengan pertanyaan: mampukah David Moyes yang ditunjuk sebagai penerus meneruskan hegemoni MU di Inggris? Selain itu juga masih ada yang pensiun musim ini: Paul Scholes, David Beckham (anda pasti akan merinddukan tendangan bebasnya yang cetar membahana badai kata syahrini :mrgreen:), Jamie Carragher, Stiliyan Petrov, dan masih banyak lagi (silakan cari di google atau koran bola). Jelas musim ini akan jadi musim yang dirindukan bagi banyak orang, dan bagi setiap pencinta sepakbola.