images

JANGAN sampai ketukar sama Haiti. Negara yang disebut terakhir adalah negara yang pernah kena gempa di medio 2009-an, dan pernah menahan imbang Italia 2-2 pada laga persahabatan. Kalau negara yang disebut di judul adalah negara kepulauan Oseania yang saya yakin anda tahu paling banter dari atlas, yang mendapat jatah piala Konfederasi 2013 gegara memenangkan Piala Oseania.

Tidak ada yang memprediksikan negara ini bisa menjadi juara. Anda lihat sendiri di dua laga awal: Kalah 6-1 dari Nigeria dan 10-0 dari Spanyol. Toh negara yang berpenduduk hanya seperseribu dari jumlah penduduk Indonesia ini tidak diunggulkan untuk menang. Bahkan dari skuad yang dibawa, hanya ada satu pesepakbola profesional, yaitu Marama Vahirua, pemain yang bermain di klub Pantrakikos musim lalu. Sisanya? Pemain paruh waktu yang bermain sepak bola pada waktu lain, dan menjalani pekerjaan lain pada sisa harinya.

Tetapi ada yang harus diapresiasi dari mereka, yaitu semangat juang mereka, dan mereka bermain karena kecintaan mereka pada sepak bola. Mereka tidak mengincar gelar juara (bagai pungguk merindukan bulan) dan yang penting mereka bermain membawa nama negara. Mereka tidak perduli mau kalah berapa gol, karena rakyat mereka pun tidak muluk-muluk ingin menang, karena mereka juga sadar: apa yang bisa diharapkan dari para pemain paruh waktu dan bergabung di grup yang berat (bersama Spanyol, Nigeria dan Uruguay). Mereka tidak gentar melawan tim sekelas Nigeria dan Juara Dunia Spanyol. Ketika mereka mencetak gol melawan Nigeria, mereka merayakannya seperti memenangkan Piala Dunia. Mengapa? Karena untuk bisa tampil di ajang sebesar Piala Konfederasi saja sudah merupakan kebanggaan bagi mereka. Mereka selalu berusaha untuk mencetak gol, meski hanya mencipta sebiji lewat sundulan. Mereka selalu berusaha untuk tidak kebobolan, meskipun tidak bisa. (dan kalau para defender di Eropa saja kewalahan mengatasi serbuan para penyerang Spanyol, apa yang bisa anda harapkan dari defender yang bahkan belum mencapai status pemain pro?)

Kesimpulannya, mereka boleh menjadi lumbung gol. Gol yang mereka cipta boleh jadi hanya gol keberuntungan seperti sundulan, atau mungkin pada laga terakhir ada yang melalui pinalti. Tetapi mereka juara di hati masyarakat, karena mereka bermain sepakbola dengan hati.😀