brasil-juara-piala-konfederasi-2013

Performa Timnas Brasil diragukan sebelum ajang Piala Konfederasi, dimana pada beberapa laga ujicoba hanya bisa menahan imbang Inggris dan menang atas Prancis (yang sama-sama lagi menurun). Peringkat Brasil pun berada pada peringkat 22 FIFA, dimana bahkan negara-negara seperti Meksiko, Kroasia, dan Indonesia eh salah deh maksudnya Inggris:mrgreen: mempunyai rangking lebih baik. Sungguh sebuah ironi bagi negara yang pernah merajai dunia sepakbola pada era 90 hingga 2000-an.

Meski mengalahkan Jepang 3-0 pada laga pertama, keraguan masih ada, dimana Jepang (yang diperkuat bintang MU Shinji Kagawa dan pemain yang bermain di Eropa) memang tidak begitu diunggulkan. Meski menang 2-1 lawan Meksiko dan menang 4-2 lawan Italia, dimana Neymar–bintang baru Barcelona–mencetak freekick indah yang membuat kiper sekaliber Gianluigi Buffon hanya bisa terpana.

Ujian seolah menghadang ketika Brasil bertemu Uruguay, yang sesama wakil Amerika Selatan, yang sedang tertatih-tatih untuk menuju Piala Dunia. Uruguay seolah-olah akan menang setelah mendapat hadiah pinalti, tetapi eksekusi yang dilakukan Diego Forlan tidak mempan terhadap kiper Julio Cesar–yang di klubnya justru terdegradasi ke Championship. Akhirnya Brasil pun menang 2-1.

Di tempat terpisah, Spanyol seolah tak terhentikan setelah mengalahkan Uruguay 2-1 di laga pembuka, dan menang besar lawan Tahiti 10-0 serta lawan Nigeria 3-0. Tetapi laga seru tanpa gol lawan Italia sehingga harus dimenangkan lewat adu pinalti, setelah bola tendangan Bonucci melayang jauh ke angkasa serta penentuan oleh Navas, mungkin membuktikan bahwa permainan tiki-taka yang seolah olah dari Barcelona -> Ctrl+C -> Ctrl+V -> Timnas Spanyol ini sekarang mudah untuk dibaca dan diatasi, apalagi setelah Barca kalah telak agregat 7-0 pada liga Champions musim lalu.

Sebelum final, Uruguay dan Italia bertemu dalam perebutan tempat ketiga, dimana terjadi skor imbang 2-2 dan terjadi pula freekick indah oleh Diamanti -> Ctrl+C -> Ctrl+V -> Cavani. Akhirnya Italia menang setelah adu pinalti.

Dan piala Konfederasi pun mencapai klimaksnya, dimana pemain Spanyol yang mungkin kelelahan setelah bermain 120 menit plus adu pinalti di Semifinal harus menghadapi Brasil yang dengan kondisi lebih segar an dengan dukungan pentonton sebagai tuan rumah. Dan anda bisa lihat sendiri: Gol cepat Fred, dan gol Neymar serta gol kedua Fred di awal babak kedua membuktikan segalanya, bahwa Brasil belum mati, mereka hanya tertidur, dan bangun kembali untuk merebut Piala Konfederasi.

Kita lihat saja, apakah Piala Dunia di belakang halaman mereka berakhir manis bagi Brasil, sehingga kita bisa lihat: Inilah Brasil yang sebenarnya, yang selama ini seperti singa yang tertidur.