Sebenarnya ini tulisan sudah agak telat, karena bulan yang penuh berkah itu sudah meninggalkan kita 16 hari. Tetapi, tidak ada salahnya bermuhasabah.

Bulan Ramadhan akan selalu dirindukan oleh umat muslim. Bulan itu mengandung pahala yang berlimpah, berkah, dan suasana yang tidak bisa digantikan pada sebelas bulan lainnya. Setiap muslim pasti sangat merindukan untuk kembali melakukan ibadah puasa pada tahun berikutnya. Tetapi, apa yang kita dapat dari bulan puasa?

Pahala? Itu sudah jelas. Lapar dan haus? Jangan tanya lagi. Tetapi, lebih dari itu, Ramadhan mengajarkan kita untuk memahami bagaimana penderitaan orang lain. Kita dilarang untuk makan dan minum, supaya merasakan penderitaan orang miskin yang untuk mencari sesuap nasi saja harus banting tulang. Kita juga dilarang melakukan hubungan suami istri, supaya merasakan penderitaan orang yang jomblo.:mrgreen: (ane juga jomblo kok)

Selain itu, puasa mengajarkan kita untuk diselipin, eh, disiplin.:mrgreen: Kita dituntut untuk bangun pagi-pagi sekali supaya tidak terlambat makan sahur. Kita juga harus menunggu sampai matahari terbenam untuk merasakan nikmatnya makanan. Biasanya ‘kan kita suka tidak teratur dalam hal makan pada 11 bulan lainnya? Kadang telat makan, kadang makan terlebih dahulu, kadang makan lebih dari tiga kali sehari. Sikap disiplin inilah yang harus ditanam pada setiap orang, baik pada saat puasa maupun pada saat tidak.

Dan pada akhirnya, kebiasaan baik yang sudah kita buat pada bulan puasa, selanjutnya untuk diaplikasikan pada bulan selanjutnya. Karena arti bulan Syawal sendiri adalah penaikan/peningkatan. Jika pada bulan puasa kita mampu menahan marah, maka bisa diaplikasikan pada bulan lainnya. Dan jika punya kebiasaan buruk maka berusahalah untuk menghentikannya. Memang susah sih…

Akhir kata, Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.