Tidak terasa 2013 mendekati akhir, dan beberapa catatan penting tentu harus dicatat supaya kita masih bisa mengenangnya suatu saat nanti. Beberapa diantaranya adalah laga sepakbola yang menarik sepanjang tahun 2013, dipenuhi dengan drama-drama, gol, dan keriuhan, yang bisa membuat jantung anda berdegup kencang hingga menit terakhir. Berikut diantaranya:

1. West Brom 5-5 Man. United, Liga Premier Inggris, 19 Mei 2013
Morrison 40, Lukaku 50, 81, 86, Mulumbu 81 – Kagawa 6, Olsson(og) 9, Buttner 30, V Persie 53, Chicharito 63

Biasanya mencetak 5 gol sudah lebih dari cukup untuk memenangkan pertandingan. Tetapi itu jika lawan anda tidak ikut-ikutan mencetak 5 gol. Siapa yang menyangka laga terakhir Sir Alex Ferguson sebelum ia memutuskan pensiun itu akan berakhir dengan cara sedramatis itu? Romelu Lukaku mencetak 2 gol di 10 menit terakahir waktu normal, padahal MU sudah unggul 3-0 pada setengah jam pertama. Mungkin karena laga ini sudah tidak menentukan apapun, MU sudah pasti juara, sementara West Brom sudah tidak mungkin meraih tiket Eropa ataupun degradasi, jadi ya mainnya santai saja kayak main futsal bayar setengah lapangan (daripada main ngotot, ntar cidera kan?):mrgreen:

2. Bayern Munich 2-2 Chelsea, Piala Super Eropa, 30 Agustus 2013 (Bayern Menang 5-4 Adu Pinalti)
Ribery 47, Martinez 120+1 – Torres 8, Hazard 93

Bayern Munich berhasil membalaskan dendam final Liga Champions 2012. Pada 2012 Chelsea mengalahkan Munchen dengan adu pinalti, dan pada tahun ini Munchen membalasnya juga lewat adu pinalti. Setelah Gol Torres disamakan oleh Ribery pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Pada menit 93 Hazard membobol gawang Neuer, tetapi tepat pada menit terakhir babak tambahan waktu, Javi Martinez menyamakan kedudukan, sehingga babak adu pinalti harus dilangsungkan. Semua eksekutor berhasil, hingga eksekutor kelima Chelsea, Romelu Lukaku, gagal mengeksekusi pinalti yang membuat Chelsea mendapatkan kekalahan dalam dua kali Piala Super Eropa berturut-turut.

3. Watford 1-2 Leeds, English Championship, 4 Mei 2013
Ahmed Abdi 45+6 – Poleon 42, McCormack 90

Begini latarnya: Hari terakhir divisi Championship Inggris, semua pertandingan dijalankan beriringan. Hull City, pesaing Watford dalam promosi yang bertanding melawan Cardiff, memperoleh hasil seri karena pinalti Cardiff tepat sebelum laga berakhir, padahal beberapa menit sebelumnya Hull justru mendapat pinalti tetapi gagal dimaksimalkan.
Tetapi laga sebelah jauh lebih seru, dimana Watford butuh kemenangan untuk promosi secara otomatis (seri apalagi kalah akan menempatkan merek pada play off). Laga Watford sendiri agak diundur beberapa menit karena cidera, sehingga ketika laga Hull selesai, laga Watford masih berjalan dengan sisa kira-kira 6 menit dan pemain serta ofisial Hull menonton di layar kaca. Pada kedudukan seri 1-1, Watford mendapat hadiah pinalti, tetapi gagal dimaksimalkan. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, bola yang masih hidup itu beberapa saat kemudian menjadi gol bagi Leeds United setelah McCormack menchip bola melewati kiper muda Jack Bonham.

4. Borussia Dortmund 3-2 Malaga, Leg 2 Perempat Final Liga Champions, 9 April 2013
Lewandowski 30, Reus 90+1, Santana 90+2 – Joaquin 25, Eliseu 82

Pada leg pertama mereka bermain imbang 0-0 di kandang Malaga. Joaquin membuat Malaga unggul sebelum disamakan Lewandowski. Eliseu mencetak gol 8 menit sebelum waktu normal berakhir, membuat kedudukan 1-2, memberikan keuntungan bagi Malaga yang pada musim berikutnya tidak boleh bermain di kompetisi Eropa (kurang tau juga kenapa). Sementara Borussia Dortmund butuh 2 gol lagi, sebab jika seri 2-2 maka Malaga yang lolos sesuai aturan gol tandang. Marco Reus menyamakan kedudukan pada menit pertama waktu tambahan, memanfaatkan umpan Lukasz Piszczek. Pada menit kedua waktu tambahan, Felipe Santana (kini di Schalke) memanfaatkan kemelut di depan gawang Malaga untuk menceploskan bola ke gawang Willy Caballero dan memberikan kemenangan bagi timnya, gol yang sedikit berbau offside. Benar-benar laga yang dramatis, persis seperti final Liga Champions tahun 1999 ketika Manchester United mencetak 2 gol pada waktu tambahan babak kedua ketika tertinggal satu gol dari Bayern Munchen.

5. Indonesia 3-2 Korea Selatan, Kualifikasi Piala Asia U-19, 12 Oktober 2013
Evan Dimas 30, 49, 86 – Seol Tae-su 32, Shu Meung-hwon 89

Disaat liga-liga besar Eropa libur karena pekan Internasional, kita disuguhi hiburan pada akhir pekan tanggal 12 Oktober, malam minggu. Ya, laga kualifikasi piala AFC U-19.
Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri atau yang kita kenal dengan “Garuda Jaya” ini memang lagi hot-hotnya waktu itu. Setelah memenangkan Piala AFC U-19, Timnas kita yang bermain rancak seperti Barcelona ini berjuang di ajang kualifikasi Piala Asia U-19. Hanya juara dan beberapa runner up grup terbaik yang lolos ke ajang utama. Sebelumnya Timnas Indonesia sudah menang 2 kali, sayangnya Korsel juga menang 2 kali, dan itu adalah pertandingan terakhir untuk menentukan juara grup.
Pada menit ke 30 Evan Dimas mencetak gol, tetapi dua menit kemudian Korsel berhasil menyamakan kedudukan melalui eksekusi pinalti. Dengan bermain imbang saja sebenarnya timnas masih bisa lolos, tetapi timnas kita tidak mau menggantungkan harapan kepada grup lain. Evan Dimas pun mencetak gol kedua dan menggenapkan hattricknya pada babak kedua. Beberapa menit sebelum bubaran, Korsel memperkecil ketinggalan melalui sebuah skenario tendangan bebas. Suasna hati pendukung timnas yang nonton baik langsung maupun di layar kaca pun kembali tegang. Untunglah pada sisa laga Timnas Indonesia mampu membpertahankan keunggulannya, sehingga Timnas lolos ke Myanmar sebagai juara grup, mengalahkan Korsel yang notabene adalah juara bertahan.

Tadi adalah beberapa laga menegangkan sepanjang 2013. Pada tahun depan kita akan disuguhi oleh drama yang tidak kalah menarik dari tahhun ini, apalagi ada Piala Dunia di Brazil, jadi nantikan kemeriahannya, dan juga drama-dramanya.😀