pialadunia2014-0

Piala dunia 2014 akan segera meninggalkan kita. Masih ada partai peringkat 3 dan final, tetapi piala dunia ini digadang-gadang sebagai piala dunia paling seru.

Jumlah gol mengindikasikan keseruan piala dunia ini: 167 gol tercipta sampai postingan ini dibuat, dan catatan itu hanya kalah empat gol dari jumlah gol yang tercipta di piala dunia Prancis tahun 1998. Dan angka 167 itu masish bisa bertambah, mengingat masih ada dua partai lagi, dan menampilkan tim-tim yang bermain ofensif.

Sebelum akhirnya Piala Duniaa meninggalkan kita, ada beberapa momen dan fenomena yang bisa kita kenang bersama. Selamat jalan…

1. Pesta Gol!

Seperti sudah dibahas diatas, piala dunia ini menjadi ajang pesta gol. Salah satu partai yang menyajikan banyak gol adalah Spanyol vs Belanda di fase grup.

Tidak ada yang menyangka sang juara bertahan dikalahkan dalam ulangan final Piala Dunia 2010 oleh belanda dengan sskor yang lumayan memalukan: 5-1. Kekalahan ini memunculkan anekdot bahwa Indonesia lebih baik daripada Spanyol (Aamiin…šŸ˜€ ) karena Indonesia hanya kalah 3-0 melawan Belanda, bahkan Van Persie tidak bisa menjebol gawang Kurnia Meiga waktu itu (bandidngkan dengan Casillas yang dijebol dua kali oleh Van Persie, salah satunya dengan gol sundulan jarak jauh yang jadi perbincangan dimana-mana)

van persie

“Flappy Goal” Robin Van Persie


Partai lain yang berakhir dengan banyak gol adalah laga semifinal antara Jerman lawan Brazil yang digelar pada malam tepat sebelum pemilu, yang beraakhir 7-1 untuk… Jerman!

Kalah dengan skor sebesar itu apalagi di tanah sendiri jelas merupakan sebuah aib. Jika dibandingkan, itu mirip rasanya ketika Manchester United kalah 1-6 dari Mancester City, tetapi yang menangis kali ini bukan hanya satu kota, tetapi satu negara.

Nampaknya absennya Neymar tidak terlalu mempengaruhi, namun absennya Thiago Silva akibat akumulasi kartu menjadi penyebab bolongnya pertahanan Brazil ketika digilas 7-1 oleh Jerman.

2. Drama Grup Neraka, dan Lolosnya Kosta Rika yang tidak diperhitungkan sama sekali, hingga tragedi GGS

Inggris tidak lolos fase grup mungkin sudah diprediksi jauh-jauh hari, tetapi Italia yang menemani mereka jelas jauh dari prediksi banyak orang. Tetapi kiprah Kosta Rika jelas sangat mengejutkan. Mengalahkan Italia dan Uruguay, serta menahan imbang Inggris yang semuanya mantan juara dunia (yah mereka membuat semua angka dan statistik menjadi barang hampa), melewati juara Euro 2004 Yunani, dan hanya kalah dari Belanda melalui adu pinalti (dimana manager Van Gaal dengan cerdas mengganti kiper mereka Cilessen dengan Tim Krul pada akhir extra time kedua untuk kemudian tangan-tangan segarnya berhasil menebak arah eksekutor Kosta Rika dan berhasil mengamankan dua diantaranya). Jelas bukan hal yang memalukan bagi Kosta Rika, mengingat juara bertahan saja digilas 5-1 oleh Belanda.

luis suarez

Sinetron Terbaru Suarez


Drama yang terjadi di grup D juga termasuk aksi gigitan Suarez kepada Chiellini di laga pamungkas grup D antara Italia vs Uruguay yang menjadi perbincangan di dunia maya, yang membuatnya didapuk menjadi bintang film “Ganteng-ganteng Suarez” oleh kalangan netizen, sebuah plesetan dari “Ganteng-Ganteng Serigala”. Kabarnya gigitan tersebut membuat Suarez dilarang terlibat dalam sepak bola selama 4 bulan, mengingat dia tidak hanya melakukannya sekali: sebelumnya dia melakukannya dua kali kepada Otman Bakkal (PSV) dan Ivanovic (Chelsea)

3. Piala Dunia dan Bulan Ramadan, serta Aljazair

Sebagian Piala Dunia, tepatnya mulai babak gugur, dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Hal ini tentu berpengaruh terhadap jam tayang Piala Dunia, yang kebetulan ditayangkan pada saat sahur. Jika biasanya film serial Para Pencari Tuhan menempati rating tertinggi pada kategori tayangan sahur, kali ini film itu harus mengakui kekalahannya dari Piala Dunia. Jelas siapa yang ingin ketinggalan aksi-aksi pemain bintang dunia ketika sedang bersantap sahur? Hal serupa diperkirakan terjadi pada Euro 2016 Prancis dan Piala Dunia 2018 di Rusia.

aljazair

Timnas Aljazair: Puasa saja cuma kalah 1-2 dari Jerman


Pelaksanaan Piala Dunia pada bulan Ramadhan juga mempengaruhi stamina pemain muslim, khususnya lang lolos ke babak 16 besar. Meski jam berpuasa Brazil lebih sedikit dari Indonesia tetap saja hal itu mempengaruhi porsi latihan, kadar air dan kebugaran pemain.

Dalam hal ini, Timnas Aljazair yang sebagian besar pemainnya Muslim (atau semuanya kalau tidak salah) dan berpuasa menunjukkan performa impresif, mampu menahan Jerman pada waktu normal dan hanya kalah saat perpanjangan waktu 1-2. Ya, Jerman yang selanjutnya mengalahkan Brazil 7-1. Bayangkan apa yang bisa mereka lakukan jika mereka tidak berpuasa: mungkin mereka akan mengalahkan Brazil juga.

Dan salutnya, mereka mendonasikan seluruh uang hadiah keikutsertaan di Piala Dunia untuk Gaza yang saat ini sedang mengalami krisis perang. Respek saya pada kalian!šŸ™‚

4. Piala Dunianya Para Kiper

Karena semua tim cenderung menyerang maka jelas akan ada banyak shots atau tembakan, dan Piala Dunia ini menghasilkan banyak lesatan, serta penyelamatan gemilang. Hal ini menyebabkan beberapa kiper menjadi Man Of The Match dalam beberapa laga piala dunia.

guillermo ochoa, meksiko

Guillermo Ochoa: Neymar pun Frustasi


BBeberapa diantaranya adalah Guillermo Ochoa dari Meksiko yang di klubnya Ajaccio terdegradasi dan free agent tetapi sukses menahan gempuran Brazil selama 90 menit full serta membuat Neymar dkk kewalahan, dan hanya kalah dari Belanda melalui gol pinalti, yang kabarnya Robben sengaja diving untuk mendapat pinalti tersebut. Selain itu ada Tim Howard dari Amrik yang membuat 16 penyelamatan dalam satu laga melawan Belgia. Lalu ada Keylor Navas yang digadang-gadang menjadi kiper terbaik Piala Dunia ini yang penampilannya membantu Kosta Rika melaju hingga babak perempat final sebelum dihempaskan Belanda melalui adu pinalti. Setelah itu ada Rais M’Bolhi (Aljazair) yang sukses menahan serangan Jerman selama 90 menit sebelum akhirnya kalah lewat perpanjangan waktu. Lalu ada pula kiper Jerman, Manuel Neuer yang berhasil membawa timnya mencapai partai puncak setelah dua Piala Dunia sebelumnya selalu kandas di semifinal.

5. James (baca: Hames) Rodriguez: Pemenang tanpa Piala

pialadunia2014-5

James Rodriguez, berhasil menutupi ketergantungan terhadap Falcao.


Kolombia pada awalnya tidak diunggulkan untuk melaju di Piala Dunia karena striker andalannya, Radamel Falcao cidera dan tidak pulih tepat waktu. Mereka memaksimalkan apa yang mereka punya, dan untungnya mereka punya James Rodriguez. Performa pemain Monaco ini mengundang decak kagum pihak yang menyaksikan aksinya, terutama gol cantiknya yang mengawali kemenangan Kolombia melawan Uruguay 2-0. Meskipun gagal melewati adangan Brazil pada perempatfinal, performanya tetap menuai pujian, dan hingga saat ini masih bertahan sebagai topskorer dengan 6 gol (meski sangat berpeluang besar disamakan oleh pemain lain).

6. Prangggg! Rekor pun pecah…

klose

Miroslav Klose, 16 Gol di Piala Dunia

Rekor yang bertahan selama 12 tahun sejak Piala Dunia 2002 akhirnya pecah. Miroslav Klose mungkin bermain di klub yang tidak terlalu mentereng (Lazio) tetapi tetap saja namanya terukir di sejarah Piala Dunia sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia sepanjang masa dengan 16 gol, melewati Ronaldo (Brazil – 15 gol). Ibarat sambil menyelam minum air, Klose mencetak gol ke-16 nya ke gawang Brazil untuk memecahkan rekor sekaligus membenamkan harapan tuan rumah untuk juara di tanah sendiri. Saat ini, yang paling mungkin untuk memecahkan rekor tersebut adalah Thomas Mueller, rekan senegara Klose yang sudah mencetak 10 gol (5 gol di 2014) dan masih berusia 24 tahun, yang berarti masih punya kesempatan di 2 atau 3 piala dunia lagi.

Dan Final…

Karena tuan rumah tidak ada di final, maka dukungan publik di Final tidak menentu. Jerman berasal dari benua Eropa, dan jelas masyarakat Amerika Latin tidak akan rela melihat wakil Eropa berjaya di Amerika Selatan. Sedangkan Argentina adalah musuh bebuyutan Brazil dalam urusan sepakbola. Melihat Argentina mengangkat trofi di Maracana, itu ibaratnya melihat Timnas Malaysia berjaya di stadion kebanggan Gelora Bung Karno. Jadi sepertinya dukungan tuan rumah akan lebih condong ke Jerman, munkin karena faktor rivalitas mereka dengan Argentina.

Piala Dunia adalah pesta bola sejagat, tetapi ternyata tidak semua bisa merasakan ingar bingarnya…

Di Gaza, Palestina masih terjadi perang yang menewaskan puluhan masyarakat sipil, dan ratusan luka-luka. Di Suriah, tempat nobar Piala Dunia di bom dan menewaskan sejumlah orang. Jadi meski kita sedang merayakan pesta sepakbola sejagat atau pesta demokrasi di negara tercinta, kita jangan sampai melupakan saudara kita yang sedang kesulitan disana.

Dan akhirnya, Piala Dunia harus meninggalkan kita…

dengan segala sejarah, momen dan kenangan yang tidak akan terlupakan sepanjang hidup. Jadi mari saksikan sejaran yang akan tercipta, di tanah yang disebut sebagai rumahnya sepakbola, permainan yang mampu menyatukan dunia ini tidak perduli dari golongan manapun anda, tidak perduli anda adalah pendukung nomor satu atau nomor dua.

Mari kita saksikan sejarah…šŸ˜€