Musim baru 2014-2015 akan dimulai. Semua klub sepakbola mempersiapkan timnya untuk berlaga di musim baru. Sebelum menuju ke musim baru, disini saya akan sajikan 5 laga comeback paling dramatis yang terjadi pada musim lalu.

Menyaksikan drama sepakbola yang diharapkan tentu saja terjadi gol-gol indah, penyelamatan gemilang, dan drama panas yang salah satunya berupa comeback atau keberhasilan tim yang tertinggal membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan atau untuk sekadar meraih 1 poin.

Dari banyak laga comeback di musim lalu, berikut dipilihkan beberapa laga yang bisa dibilang penuh drama dan aksi.

1. Prancis 3-0 Ukraina (Agg 3-2), Leg II Babak Playoff Kualifikasi Piala Dunia, 20 November 2013
Sakho 22′, Benzema 34′, Gusev (og) 72′
lagacomeback1

Dengan ketertinggalan 2-0 dari Ukraina pada leg pertama. Prancis diharuskan menang dengan selisih 3 gol atau lebih pada laga ini untuk memastikan kemenangan dan lolos ke Piala Dunia, atau itu akan menjadi sebuah bencana besar jika tim sekelas Prancis gagal ke Piala Dunia 2014.

Berinisiatif menyerang sejak awal, Prancis membuka keunggulan lewat Mamadou Sakho, lalu Karim Benzema menyamakan level agregat lewat gol yang agak sedikit berbau offside. Terakhir Sakho menjadi pahlawan karena menjadi aktor dibalik gol bunuh diri Oleg Gusev. Prancis pun menang dengan aggregat 3-2

2. Manchester United 3-0 Olympiakos (agg 3-2), Leg II 16 Besar Liga Champions, 20 Maret 2014
Van Persie 25′ (pen), 45′, 51′
Soccer - UEFA Champions League - Round of 16 - Second Leg - Manchester United v Olympiakos - Old Trafford

Ceritanya hampir sama dengan kisah yang pertama. MU tertinggal 2-0 dari tim asal Yunani Olympiakos di leg pertama. Dengan penampilan yang angin-anginan di liga, sudah barang tentu mereka harus memaksimalkan kesempatan bermain di Liga Champions.

MU berinisiatif menyerang sejak awal, tetapi gol baru muncul di pertengahan babak pertama lewat pinalti Van Persie. Jelang babak pertama usai, Van Persie berhasil menyamakan agregat lewat golnya memanfaatkan umpan tarik Rooney.

Pada awal babak kedua, MU mendapatkan tendangan bebas. Van Persie yang mengeksekusi tendangan bebas berhasil menyarangkan bola ke gawang Olympiakos sekaligus menjadi pahlawan bagi timnya, yang harus dibayar mahal dengan cidera pada menit akhir pertandingan sehingga absen dalam beberapa bulan kedepan.

3. Arsenal 3-2 Hull City (ET), Final Piala FA, 18 Mei 2014
Cazorla 17′, Koscielny 71′, Ramsey 109′ – Chester 4′, Davies 8′
Arsenal v Hull City - FA Cup Final

Ini laga comeback yang bersejrah, karena berhasil mengentaskan puasa gelar Arsenal yang sudah berjalan selama 9 tahun. Pada awalnya Arsenal diperkirakan akan menambah panjang lagi dahaga gelarnya setelah James Chester berhasil membawa Hull unggul di awal laga, dan Curtis Davies memperbesar keunggulan empat menit setelahnya.

Namun Arsenal bangkit, diawali dengan tendangan bebas cantik Santi Cazorla, lalu di babak kedua Koscielny menyamakan kedudukan. Hingga akhirnya di babak perpanjangan waktu, Ramsey mencetak gol bersejarah yang membuat timnya unggul. Hull sempat menekan di akhir babak tambahan waktu, namun usaha Aluko menendang langsung bola ke gawang memanfaatkan blunder Fabianski gagal. Skor akhir tidak berubah dan membawa Arsenal meraih trofi pertama dalam 9 tahun terakhir.

4. Real Madrid 4-1 Atletico Madrid (ET), Final Liga Champions, 25 Mei 2014
Ramos 90′, Bale 110′, Marcelo 118′, Ronaldo 120′ (pen) – Godin 36′
lagacomeback4

Jangan lihat skor akhirnya. Pada awal laga, La Decima (gelar kesepuluh) Liga Champions seolah jauh dari tangan Real Madrid, ketika bek Diego Godin membawa Atletico unggul pada menit ke 36. Dia juga yang menyamakan kedudukan pada laga penentu gelar La Liga melawan Barcelona seminggu sebelumnya. El Real harus menunggu hingga akhir babak kedua untuk menghidupkan kembali asa meraih la decima, beruntung Sergio Ramos mampu melesakkan bola ke gawang Atletico pada penghujung waktu normal.

Selanjutnya, Atletico yang kelelahan dan tampaknya mentalnya menurun diberondong 3 gol masing-masing oleh Bale, Marcelo dan Cristiano melalui titik putih. Jelas faktor mental sangat menentukan pada laga ini.

5. Belanda 2-1 Meksiko, 16 Besar Piala Dunia, 30 Juni 2014
Sneijder 88′, Huntelaar 90′ (pen) – G. Dos Santos 48′
lagacomeback5

Sekilas laga ini mirip laga final antara Manchester United lawan Bayern Muenchen di Final Liga champions 1999, bedanya laga ini bukanlah laga final, melainkan babak 16 besar. Tetapi jaminan laga ini berjalan sengit sudah bisa dilihat sejak awal, dimana tidak ada gol tercipta hingga babak pertama usai.

Pada awal babak kedua, Giovani Dos Santos mengejutkan publik Belanda dengan mencetak gol indah dari jarak sekitar 23 meter. Lalu laga berjalan sengit dengan kegemilangan Guillermo Ochoa yang pada laga sebelumnya kontra Brazil berhasil menahan imbang tanpa gol dan membuat Neymar mati kutu, pada laga kali ini Ochoa juga berhasil membuat serangan Belanda mandek dengan membuat beberapa penyelamatan krusial.

Pada laga kali ini juga pertama kalinya diterapkan cooling break, atau time out yaitu waktu jeda untuk mendinginkan tubuh, karena kabarnya suhu di stadion mencapai 32 derajat Celcius. Waktu time out itu dimaksimalkan betul oleh Belanda untuk mengatur kembali strategi, dan menjelang babak kedua usai, Belanda menyamakan kedudukan lewat tendangan Wesley Sneidjer yang tidak bisa ditepis Ochoa. Belanda mencapai klimaks pada akhir laga setelah Arjen Robben dilanggar Rafael Marquez di dalam kotak terlarang sehingga dihadiahi pinalti oleh wasit, sebuah pelanggaran yang tampak kontroversial karena Robben dituding diving demi mendapatkan hadiah pinalti. Terlepas dari itu, Huntelaar yang ditunjuk sebagai algojo sukses menunaikan tugasnya. Belanda pun melangkah ke babak perempat final.

Bola itu bundar dan karena itu permainan ini dapat menciptakan drama menegangkan seperti laga-laga diatas. Saya selaku admin mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1435 H, mohon maaf lahir dan batin.